Islam2U - Islam itu satu cara hidup

Print
PDF

54. Terjemahan Hadits Shahih Muslim - Kitab TAFSIR

Kitab Tafsir

             Hadis riwayat Abu Hurairah, ia berkata:

Rasulullah bersabda: Ketika diperintahkan kepada Bani Israel, masukilah pintu itu sambil sujud dan mengucapkan: "Ampunilah dosa kami", niscaya dosa-dosamu akan diampuni. Lalu mereka mengganti dan memasuki pintu itu sambil merayap atas dubur mereka dan mengucapkan: "Sebiji gandum dalam sehelai rambut". (Shahih Muslim No.5330)

             Hadis riwayat Anas bin Malik, ia berkata:

Bahwa Allah Taala menurunkan wahyu kepada Rasulullah secara beruntun menjelang wafat sampai beliau wafat, dan wahyu yang paling banyak diturunkan adalah pada hari kewafatan Rasulullah. (Shahih Muslim No.5331)

             Hadis riwayat Umar, ia berkata:

Dari Thariq bin Syihab bahwa orang-orang Yahudi berkata kepada Umar: Sesungguhnya kamu sekalian membaca suatu ayat yang andaikata diturunkan kepada kami, niscaya hari itu kami jadikan hari raya. Umar berkata: Aku tahu di mana dan di hari apa ayat itu diturunkan serta di mana Rasulullah berada ketika ayat itu diturunkan. Ayat tersebut diturunkan di Arafah saat Rasulullah sedang wukuf di Arafah. Sufyan berkata: Aku ragu-ragu apakah hari itu Jumat atau bukan. Ayat tersebut adalah "Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Kucukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridai Islam itu jadi agama bagimu". (Shahih Muslim No.5332)

Print
PDF

Shahih Bukhari - Hadith Table of Contents

Hadith Table of Contents

*Clik to go to the contents

Volume1

Bk. 1: Revelation

Bk. 2: Belief

Bk. 3: Knowledge

Bk. 4: Ablutions (Wudu')

Bk. 5: Bathing (Ghusl)

Bk. 6: Menstrual Periods

Bk. 7: Rubbing hands and feet with dust (Tayammum)

Bk. 8: Prayers (Salat)

Bk. 9: Virtues of the Prayer Hall (Sutra of the Musalla)

Bk. 10: Times of the Prayers

Bk. 11: Call to Prayers (Adhaan)

Bk. 12: Characteristics of Prayer

 

Volume2

Bk. 13: Friday Prayer

Bk. 14: Fear Prayer

Bk. 15: The Two Festivals (Eids)

Bk. 16: Witr Prayer

Bk. 17: Invoking Allah for Rain (Istisqaa)

Bk. 18: Eclipses

Bk. 19: Prostration During Recital of Qur'an

Bk. 20: Shortening the Prayers (At−Taqseer)

Bk. 21: Prayer at Night (Tahajjud)

Bk. 22: Actions while Praying

Bk. 23: Funerals (Al−Janaa'iz)

Bk. 24: Obligatory Charity Tax (Zakat)

Bk. 25: Obligatory Charity Tax After Ramadaan

(Zakat ul Fitr)

Bk. 26: Pilgrimmage (Hajj) (1)

Bk. 26: Pilgrimmage (Hajj) (2)

 

Volume3

Bk. 27: Minor Pilgrammage (Umra)

Bk. 28: Pilgrims Prevented from Completing the Pilgrimmage

Bk. 29: Penalty of Hunting while on Pilgrimmage

Bk. 30: Virtues of Madinah

Bk. 31: Fasting

Bk. 32: Praying at Night in Ramadaan (Taraweeh)

Bk. 33: Retiring to a Mosque for Remembrance of Allah (I'tikaf)

Bk. 34: Sales and Trade (1)

Bk. 34: Sales and Trade (2)

Bk. 35: Sales in which a Price is paid for Goods to be Delivered Later (As−Salam)

Bk. 36: Hiring

Bk. 37: Transferance of a Debt from One Person to Another (Al−Hawaala)

Bk. 38: Representation, Authorization, Business by Proxy

Bk. 39: Agriculture

Bk. 40: Distribution of Water

Bk. 41: Loans, Payment of Loans, Freezing of Property, Bankruptcy

Bk. 42: Lost Things Picked up by Someone (Luqaata)

Bk. 43: Oppressions

Bk. 44: Partnership

Bk. 45: Mortgaging

Bk. 46: Manumission of Slaves

Bk. 47: Gifts

Bk. 48: Witnesses

Bk. 49: Peacemaking

Bk. 50: Conditions

 

Volume4

Bk. 51: Wills and Testaments (Wasaayaa)

Bk. 52: Fighting for the Cause of Allah (Jihaad) (1)

Bk. 52: Fighting for the Cause of Allah (Jihaad) (2)

Bk. 52: Fighting for the Cause of Allah (Jihaad) (3) 

Bk. 53: One−fifth of Booty to the Cause of Allah (Khumus) (1/2)

Bk. 53: One−fifth of Booty to the Cause of Allah (Khumus)  (2/2)

Bk. 54: Beginning of Creation

Bk. 55: Prophets

Bk. 56: Virtues and Merits of the Prophet (pbuh) and his Companions (1/2)

Bk. 56: Virtues and Merits of the Prophet (pbuh) and his Companions (1/2)

 

Volume5

Bk. 57: Companions of the Prophet

Bk. 58: Merits of the Helpers in Madinah (Ansaar) (1/2)

Bk. 58: Merits of the Helpers in Madinah (Ansaar) (2/2)

Bk. 59: Military Expeditions led by the Prophet (pbuh) (Al−Maghaazi) (1/6)

Bk. 59: Military Expeditions led by the Prophet (pbuh) (Al−Maghaazi) (2/6)

Bk. 59: Military Expeditions led by the Prophet (pbuh) (Al−Maghaazi) (3/6)

Bk. 59: Military Expeditions led by the Prophet (pbuh) (Al−Maghaazi) (4/6)

Bk. 59: Military Expeditions led by the Prophet (pbuh) (Al−Maghaazi) (5/6)

Bk. 59: Military Expeditions led by the Prophet (pbuh) (Al−Maghaazi) (6/6)

 

Volume6

Bk. 60: Prophetic Commentary on the Qur'an (Tafseer of the Prophet (pbuh) 1/6

Bk. 60: Prophetic Commentary on the Qur'an (Tafseer of the Prophet (pbuh) 2/6

Bk. 60: Prophetic Commentary on the Qur'an (Tafseer of the Prophet (pbuh) 3/6

Bk. 60: Prophetic Commentary on the Qur'an (Tafseer of the Prophet (pbuh) 4/6

Bk. 60: Prophetic Commentary on the Qur'an (Tafseer of the Prophet (pbuh) 5/6

Bk. 60: Prophetic Commentary on the Qur'an (Tafseer of the Prophet (pbuh) 6/6

Bk. 61: Virtues of the Qur'an

 

Volume7

Bk. 62: Wedlock, Marriage (Nikaah) 1/2

Bk. 62: Wedlock, Marriage (Nikaah) 2/2

Bk. 63: Divorce

Bk. 64: Supporting the Family

Bk. 65: Food, Meals

Bk. 66: Sacrifice on Occasion of Birth (`Aqiqa)

Bk. 67: Hunting, Slaughtering

Bk. 68: Al−Adha Festival Sacrifice (Adaahi)

Bk. 69: Drinks

Bk. 70: Patients

Bk. 71: Medicine

Bk. 72: Dress

 

Volume8

Bk. 73: Good Manners and Form (Al−Adab)

Bk. 74: Asking Permission

Bk. 75: Invocations

Bk. 76: To make the Heart Tender (Ar−Riqaq)

Bk. 77: Divine Will (Al−Qadar)

Bk. 78: Oaths and Vows

Bk. 79: Expiation for Unfulfilled Oaths

Bk. 80: Laws of Inheritance (Al−Faraa'id)

Bk. 81: Limits and Punishments set by Allah (Hudood)

Bk. 82: Punishment of Disbelievers at War with Allah and His Apostle

 

Volume9

Bk. 83: Blood Money (Ad−Diyat)

Bk. 84: Dealing with Apostates

Bk. 85: Saying Something under Compulsion (Ikraah)

Bk. 86: Tricks

Bk. 87: Interpretation of Dreams

Bk. 88: Afflictions and the End of the World

Bk. 89: Judgments (Ahkaam)

Bk. 90: Wishes

Bk. 91: Accepting Information Given by a Truthful Person

Bk. 92: Holding Fast to the Qur'an and Sunnah

Bk. 93: ONENESS, UNIQUENESS OF ALLAH (TAWHEED)

 

Print
PDF

DAFTAR ISI IHYA ULUMIDDIN JILID 4

DAFTAR ISI IHYA ULUMIDDIN JILID 4

KITAB TAKUT DAN HARAP


Penjelasan: Hakikat harap


Penjelasan: Keutamaan harap dan menggalakkan pada harap

Penjelasan: Ubat harap dan jalan yang berhasil daripadanya keadaan harap dan mengeras harap itu

Bahagian Kedua: Dari Kitab: Tentang Takut                           

Penjelasan: Hakikat takut


Penjelasan: Tingkat-tingkat takut dan perbedaannya tentang kuat dan lemahnya


Penjelasan: Bahagian-bahagian takut, dengan dikaitkan kepada apa  yang ditakutkan

Penjelasan: Keutamaan takut dan penggalakan kepada takut

Penjelasan: Bahwa yang lebih utama, ialah: kerasnya ketakutan at au kerasnya harapan atau keduanya sedang


Penjelasan: Ubat, yang dengan ubat itu, tertariklah akan keadaan takut

Penjelasan: Arti su-ul-khatimah

Penjelasan: Hal-ehwal nabi-nabi dan malaikat-malaikat a.s. tentang  takut


Penjelasan: Hal-ehwal para shahabat, tabi'in, salaf dan orang-orang  shalih tentang  sangatnya takut


KITAB FAKIR DAN ZUHUD

Bahagian Pertama: Dari kitab ini, tentang: Fakir


Penjelasan: Hakikat fakir dan perbedaan hal-ehwal orang fakir dan nama-namanya

Penjelasan: Keutamaan fakir secara mutlak


Penjelasan: Keutamaan kekhususan orang-orang fakir, dari orang-orang yang redha, orang-orang yang bersifat merasa cukup dan orang-orang  yang benar


Penjelasan: Keutamaan fakir atas kaya

Penjelasan: Adab sopan orang fakir pada kefakirannya

Penjelasan: Adab sopan orang fakir pada menerima pemberian orang, apabila datang kepadanya, tanpa diminta

Penjelasan: Pengharaman. meminta tanpa darurat dan adab sopan  orang fakir yang sangat memerukan pada meminta              

Penjelasan: Kadar orang kaya yang diharamkan meminta              

Penjelasan: Hal-ehwal orang-orang yang meminta           

Bahagian Kedua Dari Kitab Ini: Tentang Zuhud    

Penjelasan: Hakikat zuhud        

Penjelasan: Keutamaan zuhud                                 

Penjelasan: Darajat zuhud dan bahagian-bahagiannya, dengan dikaitkan kepada zuhud itu sendiri, kepada yang tidak disukai dan kepada  yang disukai    

Penjelasan: Penguraian zuhud, mengenai yang penting dari kehidupan

Penjelasan: Tanda-tanda zuhud                



KITAB TAUHID DAN TAWAKKAL

Penjelasan: Keutamaan tawakkal             

Penjelasan: Hakikat tauhid yang menjadi pokok tawakkal             

Bahagian Yang Kedua Dari Kitab: Tentang Hal-ehwal• Tawakkal  Dan Amal Perbuatannya               

Penjelasan: Hal tawakkal              

Penjelasan: Apa yang dikatakan para syaikh tentang hal-ehwal tawakkal               

Penjelasan: Amal perbuatan orang-orang yang bertawakkal

Penjelasan: Tawakkalnya orang yang berkeluarga             

Penjelasan: Hal-ehwal orang-orang yang bertawakkal dalam menyangkutnya dengan sebab-sebab, dengan memberikan contoh       

Penjelasan: Adab bagi orang-orang yang bertawakkal, apabila harta¬bendanya dicuri orang

Penjelasan: Bahwa meninggalkan berubat kadang-kadang dipujikan pada sebahagian hal dan menunjukkan kepada kuatnya tawakkal

Penjelasan: Tolakan at as orang yang mengatakan, bahwa meninggalkan berubat itu lebih utama dengan setiap keadaan               

Penjelasan: Hal-ehwal orang-orang yang bertawakkal, pada melahirkan sakit dan menyembunyikannya                


KITAB KASIH-SAYANG, RINDU, JINAK HATI DAN RIDLA

Penjelasan: Dalil-dalil syara' tentang kecintaan hamba kepada Allah Ta'ala`         

Penjelasan: Hakikat kasih-sayang dan sebab-sebabnya dan pemastian makna kecintaan hamba kepada Allah Ta'ala                 

Penjelasan: Bahwa yang mustahak bagi kecintaan, ialah Allah Tuhan Yang Maha Esa .      

Penjelasan: Bahwa kelazatan yang paling agung dan paling tinggi, ialah: mengenal Allah Ta'ala .   

Penjelasan: Sebab pada tambahnya memandang pada kelazatan akhirat atas ma'rifah pada dunia            

Penjelasan: Sebab-sebab yang menguatkan kecintaan kepada Allah Ta'ala           

Penjelasan: Sebab pada berlebih kurangnya manusia pada cin    

Penjelasan: Sebab pada pendeknya pemahaman makhluk (manusia) daripada mengenal (ma'rifah) kepada Allah S.W.t.    

Penjelasan: Makna rindu kepada Allah Ta'ala      

Penjelasan: Kecintaan Allah bagi hamba dan maknanya                 

Pembicaraan: Tentang tanda-tanda kecintaan hamba kepada Allah Ta'ala

Penjelasan: Makna kejinakan hati dengan Allah Ta'ala    

Penjelasan: Makna berkembang dan bersangatan cinta, yang dihasilkan oleh kerasnya kejinakan hati     

Uraian: Tentang makna ridla (senang) dengan qadla Allah Ta'ala dan hakikatnya. Dan apa yang tersebut dalam Agama ten tang kelebihannya    

Penjelasan: Keutamaan ridla .     

Penjelasan: Hakikat-hakikat ridla dan gambarannya pada yang menyalahi hawa-nafsu    

Penjelasan: Bahwa do'a itu tiada bertentangan dengan ridla        

Penjelasan: Bahwa lari dari negeri, yang menjadi tempat sangkaan perbuatan-perbuatan maksiat dan mencelanya, tidaklah mencederakan ridla       

Penjelasan: Sejumlah dari ceritera-ceritera orang-orang yang mencintai, ucapan-ucapan dan mukasyafah-mukasyafah mereka       

Penyudahan Kitab: Dengan kalimat-kalimat yang bercerai-berai, yang menyangkut dengan kecintaan yang dimanfaatkan    



KITAB NIAT, IKHLAS DAN BENAR       

Bab Pertama: Tentang niat          

Penjelasan: Hakikat niat                

Penjelasan: Rahasia sabdanya Nabi s.a.w.            

Penjelasan: Uraian Amal-amal perbuatan dengan niat    

Penjelasan: Bahwa niat itu tidak masuk di bawah pilihan                

Bab Kedua: Tentang lkhlas, Keutamaannya, Hakikatnya dan Darajat-darajatnya 

Penjelasan: Hakikat Ikhlas            

Penjelasan: Kata-kata para syaikh tentang ikhlas               

Penjelasan: Darajat percampuran dan bahaya pengotoran ikhlas               

Penjelasan: Hukum amal yang bercampur dan berhaknya pahala dengan amal itu             

Bab Ketiga: Tentang Benar, Keutamaannyadan Hakikatnya          

Penjelasan: Hakikat benar, makna dan tingkat-tingkatnya             


KITAB AL-MURAQABAH DAN AL-MUHASABAH

Maqam Pertama dari AI-Murabathah lalah: AI-Musyarathah       

AI-Murabathah Kedua: AI-Muraqabah (memperhatikan perbuatan diri)

Penjelasan: Hakikat AI-Muraqabah dan darajat-darajatnya          

AI-Murabathah Ketiga: Memperhitungkan diri sesudah berbuat                

PenjelaSan: Hakikat AI-Muhasabah sesudah amal perbuatan       

AI-Murabathah Keempat: Tentang penyiksaan diri atas keteledorannya

AI-Murabathah Kelima: AI-Mujahadah 

AI-Murabathah Keenam: Tentang Penghinaan diri dan pencelaannya     



KITAB TAFAKKUR

Keutamaan Tafakkur                      

Penjelasan: Hakikat fikir dan buahnya                    

Penjelasan: Jalan-jalannya pikiran                            

Penjelasan: Cara tafakkur tentang ciptaan Allah Ta'ala                  



KITAB MENGINGATI MATI DAN SESUDAHNYA

Bab Pertama: Tentang mengingat mati dan penggemaran pad a membanyakkan dari mengingatnya

Penjelasan: Kelebihan mengingat mati bagaimanapun adanya    

Penjelasan: Jalan pada men-takhik-kan mengingati dalam hati   

Bab Kedua: Tentang panjang angan-angan, keutamaan pendek angan-angan, sebab panjangnya dan cara mengubatinya   

Penjelasan: Sebab mcngenai panjangnya angan-angan dan cara meng-ubatinya                

Penjelasan: Tingkat-tingkat manusia pada panjang angan-angan dan pendeknya               

Penjelasan: Bersegera kepada beramal dan menjaga diri dari bahaya kelambatan             

Bab Ketiga: Tentang sakratul maut, kesukarannya dan yang disunatkan dari hal keadaan padanya             

Penjelasan: Yang disunatkan dari hal keadaan orang yang mendekati mati, ketika mati   

Penjelasan: Keluhan ketika bertemu dengan malakul maut dengan cerita-cerita yang dilahirkan oleh lisan keadaan (lisanul-hal) daripadanya              

Bab Keempat: Tentang wafatnya Rasulullah s.a.w. dan para khulafa'-Rasyidin sesudahnya            

Wafat Rasulullah s.a.w.                 

Wafat Abubakar Ash-Siddiq r.a.                 

Wafat Umar bin AI-Khattab r.a.                 

Wafat Usman r.a.             

Wafat Ali r.a.      



Bab Kelima: Tentang pembicaraan orang-orang yang ihti-dlar (yang mendekati ajal) dari khalifah-khalifah, amir-amir dan orang-orang shalih 

Penjelasan: Ucapan-ucapan segolongan dari kekhususan orang-orang shalih dari para shahabat                

Bab Keenam: Tentang ucapan orang-orang arifin, mengenai janazah, kuburan dan hukum ziarah k'ubur                 

Penjelasan: Hal kuburan dan perkataan mereka mengenai kubur              

Beberapa bait syairyang terdapat, tertulis pada kuburan               

Penjelasan: Ucapan-ucapan mereka itu ketika meninggalnya anak           

Penjelasan: Ziarah kubur dan do'a bagi mayat dan yang berhubungan dengan itu              

Bab Ketujuh: Tentang hakikat mati dan yang dijumpai oleh orang yang mati         

Penjelasan: Perkataan kuburbagi mait   

Penjelasan: Azab kubur dan pertanyaan Munkar dan Nakir          

Penjelasan: Pertanyaan Munkar dan Nakir           

Bab Kedelapan: Tentang yang diketahui dari hal keadaan orang mati dengan mukasyafah             

Penjelasan: Tidur (mimpi dalam tidur) yang menyingkapkan hal-ehwal orang-orang yang sudah mati

PenjeJasan: Tidur para syaikh     

Bahagian Kedua: Dari Kitab Mengingati Mati, tentang hal-ehwal orang mati dari waktu tiupan sangka-kala            

Sifat Tiupan sangka-kala                

Sifat Bumi padang mahsyar dan penduduknya   

Sifat Keringat     

Sifat Panjangnya Hari Kiamat      

Sifat Hari Kiamat, Bala-bencana Dan Nama-namanya       

Sifat Tanya-menanyakan (AI-Musaa-alah)            

Sifat Neraca      

Sifat Permusuhan Dan Penolakan Kezaliman       

Sifat Titian           

Sifat Syafa-'at    

Sifat AI-Haudl (Kolam)   

Pembicaraan: Tentang sifat neraka jahannam     

Pembicaraan: Tentang sifat syurga dan jenis-jenis nikmatnya      

Sifat dinding syurga, Jantai-lantainya, kayu-kayuannya dan sungai-sungainya      

Sifat pakaian penduduk syurga. tikar. tempat tidur, ranjang dan tenda mereka   

Sifat makanan penduduk syurga               

Sifat Bidadari dan muda-remaja                

PenjeJasan: Kalimat-kalimat yang bercerai-berai dari sifat-sifat penduduk syurga              

Sifat Melihat dan memandang kepada WAJAH Allah        

Kami menyudahi kitab ini dengan Bab:

Tentang Keluasan Rahmat Allah Ta'aJa, atas jalan mengambil sempena  pada yang demikian itu                 


Kata penutup dari penterjemah

Kata Penutup dari Penyalin

Print
PDF

Saiyidina Hassan Dan Pemuda Badwi

Saiyidina Hassan Dan Pemuda Badwi

Saiyidina Hassan bin Ali r.a., adalah seorang tokoh Islam yang sangat dicintai oleh umat Islam. Sebagai seorang cucu Rasulullh saw. beliau adalah ibarat permata di zaman hidupnya kerana memiliki budi pekerti yang mulia dan terpuji.

Pada suatu hari sedang Saiyidina Hassan duduk di muka pintu rumahnya, tiba-tiba datang seorang pemuda badwi, lalu mencacinya dan juga kedua ibu bapanya. Anehnya, Saiyidina Hassan hanya mendengar sahaja tanpa sedikit pun berubah air mukanya, atau membalas kata-katanya itu.

Saiyidina Hassan berkata kepada orang itu: "Wahai badwi, adakah engkau lapar atau dahaga? atau adakah sesuatu yang merungsingkan hati engkau?." Tanpa mempedulikan kata-kata Saiyidina Hassan, badwi itu terus memaki hamunnya.Oleh itu Saiyidina Hassan pun menyuruh pembantu rumahnya membawa uncang yang berisi wang perak lantas diberikannya kepada badwi itu dan berkata: "Wahai badwi, maafkanlah saya. Inilah sahaja yang saya miliki. Jika ada yang lebih tidak akan saya sembunyikannya dari padamu."

“Ya Allah, maafkanlah kesalahan kami, ampunkanlah dosa-dosa kami. Dosa-dosa kedua ibu bapa kami, saudara-saudara kami serta sahabat-sahabat kami. Dan Engkau kurniakanlah rahmatMu kepada seluruh hamba-hambaMu. Ya Allah, dengan rendah diri dan rasa hina yang sangat tinggi. Lindungilah kami dari kesesatan kejahilan yang nyata mahupun yang terselindung. Sesungguhnya tiadalah sebaik-baik perlindung selain Engkau. Jauhkanlah kami dari syirik dan kekaguman kepada diri sendiri. Hindarkanlah kami dari kata-kata yang dusta. Sesungguhnya Engkaulah yang maha berkuasa di atas setiap sesuatu.”